Berlangganan

Wednesday, 2 March 2011

Pengaruh Desain Mold terhadap proses Injection Molding

 Desain mold merupakan aspek penting dalam proses injection molding, selain membuat struktur mold yang efektif design molding berpengaruh pada produk yang dihasilkan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan molding atau mendesign molding.

Sistem Runner
Sistem runner merupakan bagian penting dalam merancang sebuah design molding. design runner yang baik tidak hanya meliputi geometri yang benar, ukuran, serta posisi atau tata letak runner, tetapi perlu di perhatikan juga pada sistem eject(mengeluarkanya) dan pendinginannya (cooling system).

Runner yang seimbang harus menjadi acuan pada saat awal mendesign sebuah molding, karna dari situlah kita dapat menghitung waktu yang diperlukan untuk mengalirkan material kedalam core. Sebab dari hal ini kita bisa meminimalkan waktu pada saat produksi. Dengan bantuan Moldflow para designer molding dipermudah dalam medesign molding. untuk ukuran panjang dan lebarnya dan bentuk sebuah runner dapak kita sesuaikan dengan analisa terhadap produk yang akan kita buat.

Penempatan atau posisi pin ejektor juga harus diperhatikan,posisi ejektor pin harus berada di pertemuan runner (persimpangan) gunanya untuk memberikan kekuatan yang cukup untuk mengeluarkan runner.

Sistem Pendingin Mold
Sistem pendingin adalah salah satu factor yang paling penting, yang utamanya yaitu sebagai pendingin molding yang kan berakibat pada produk yang dihasilkan serta waktu yang panjang pada saat proses produksi.

Sistem pendingin pada core dan cavity harus cukup untuk mengatur suhu pada molding. Semua bagian dalam core dan cavity pada molding harus bisa didinginkan, terlebih molding tersebut memiliki jumlah cavity yang banyak ataupun memiliki ukuran yang besar, system pendingin pun harus di maksimalkan. Akibat dari kurang maksimalnya system pendinginan dapat mengakibatkan cacat pada produk.

Sebaiknya system pendingin memiliki control yang baik agar pengaturan pendinginan bisa di kendalikan atau di atur dengan maksimal. Misalnya saja pada saat terlalu tingginya suhu molding, dapat dimaksimalkan pendinginannya dengan mengatur intensitas air.

Penggunaan air pada system pendingin dapat menimbulkan korosi / karat, untuk mencegahnya sudah banyak cara. Salah satunya dengan penggunaan material Stainles Steel pada system pendingin.

Sistem Ejektor
Sistem ejector atau sistem mengeluarkan produk dari molding, baik berupa ejector pin, angular,ataupun hidrolik pada penempatanya harus selaras. Artinya penempatannya yang benar agar fungsi utamanya bekerja baik,baik posisi agar seimbang pada saat mengeluarkan produk.

Pada sistem ejektor sebaiknya diberikan sistem pelindung, agar pada saat molding tertutup kembali dapat mencegah tabrakan / menabrak Cavity. Selain sistem Spring yang baik pada Ejector sistem perlu juga ditambahkan komponen yang lain. Baik itu pada slider, angular atau ejector pin yang biasa bisa ditambahkan komponen tersebut.
Penempatan ejector harus memperhitungkan tebalnya produk, untuk itu perlu sistem ejeksi yang khusus. Agar sistem ejeksi itu tak merusak produk.

Mold ventilasi
Mold ventilasi (Mold Vent / Air Vent) adalah lubang yang dibuat sebagai sistem saluran untuk mengeluarkan udara yang terperangkap didalam molding. Beberapa molding yang tidak menggunakan Air vant ini akan menimbulkan masalah yang banyak. Maka air vent ini sangatlah penting untuk diaplikasikan kedalam design molding yang akan dibuat dan penempatanya juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah lain.

MoldingzonE

Artikel Terkait:

3 comments :

sangat bermanfaat untk kami para pemula injection mold

wow . . mantap . . lagi . . lagi . . .lagi . .


@gadis . . kmu cewe?? kok molding??

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda.
Komentar yang melanggar aturan akan dihapus tanpa pemberitahuan dahulu.